Kita duduk di sudut cafe pada rembang petang itu
Tapi tak dapat ku ingat apa yang kita bicarakan
kita sesap cairan dari cangkir putih ukiran naga
tapi tak dapat ku ingat fluida apa yang kita minum
tapi tak dapat kuingat baju apa yang kau pakai
dan berapa buah anting-anting yang melekat pada daun telingamu
Kita berbaring di sebuah kasur mewah di sudut ruang hotel bintang lima
tapi tak dapat ku ingat pukul berapa saat itu
kau genggam jemariku erat sambil berayu-rayu tentang rasa tak terkata
tapi tak dapat ku ingat kalimat yang kau lontarkan
kau peluhkan aku dengan keringatmu
tapi tak dapat kuingat apa yang kita lakukan
kau liatkan tubuh tanahmu ke jemariku
tapi tak dapat ku ingat jenismu.,
Lempung?
aku tak pasti
Seharusnya itu jadi malam terindahku, Eve.,
tapi selalu aku pertanyakan apa yang kita lakukan
karena tak secuil memoripun yang melekat padaku akan malam yang dibaui oleh hujan
kecuali wajah vaginamu.,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar